Kemana Kautsar Family di Bawa ? Meletakkan Tujuan Utama Semua Anggota Keluarga

Sejatinya tujuan utama membangun keluarga bagi keluarga muslim adalah bermuaranya semua visi misi tujuan dan aktifitas dalam rumah tangga yang mengarah kepada satu tujuan yang sama yakni ridho Allah SWT. Semua anggota keluarga dipersiapkan dan diarahkan kepada satu tujuan utama bersama yakni kehidupan di dunia dan kelak di akhirat yang diridhoi oleh Allah. Untuk kehidupan dunia, seluruh anggota keluarga digerakkan dengan cara melaksanakan apa yang diperintahkan dan di syariatkan oleh Allah serta menjauhi dan meninggalkan semua apa apa yang di larang oleh Allah. Sedangkan untuk  kehidupan abadi di akhirat betul betul mempersiapkan pribadi pribadi ahli sorga dan mencegah dari segala perbuatan anggota keluarga yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam api nerakanya Allah. 

Dengan ditetapkannya tujuan utama yakni menggapai ridho Allah SWT, segala potensi seluruh anggota keluarga yang dimiliki diantaranya waktu, tenaga, pikiran, ilmu, harta, tahta, dan segala sumber daya lainnya selama hidup dimanfaatkan sebaik baiknya dalam rangka ketaatan dan ketaqwaan pada Allah semata. sehingga apapun yang ada di dunia ini baik harta, tahta, status sosial, pujian manusia dan segala kemewahan dunia bukan lagi dijadikan sebagai tujuan namun hanya sebagai sarana yang dimanfaatkan untuk menumpuk amal kebajikan sebagai persiapan kehidupan akhirat. 

Meletakan pondasi pemikiran di atas teramat penting, karena betapa banyak keluarga keluarga dan individu individu di dalamnya mengalami disorientasi terhadap makna dan tujuan hidup yang pada akhirnya menyebabkan kegalauan dan kegundahgulanaan dalam menghadapi dinamika hidup. bila hal itu terjadi maka kehidupan sehari hari tidak didasari pada pondasi yang kuat bahkan hanya dilandasi pada kenikmatan kenikmatan dunia yang sesaat, sehingga apabila tujuan sesaat itu tidak di dapat akan mengalami ketidakharmonisan antarpersonal dan masing masing individu akan mengalami stres. 

Berbeda halnya dengan keluarga yang meletakkan segala sesuatunya karena Allah, maka tidak akan mudah mengalami kegoncangan dalam kehidupan, karena apabila mendapat rahmat berupa rezeki dan kelapangan, semua akan diterima dengan penuh rasa syukur dan memanfaatkannya untuk kebaikan dan amal sholeh. sedangkan bila ditimpa mushibah dan kesempitan hidup maka serta merta akan dihadapi dengan rasa sabar dan tawakal kepada Allah, tidak lantas membuat setiap individu dalam keluarga mudah berkeluh kesah, gelisah, gundah dan menderita, selalu berprasangka baik sehingga hal ini justru mendatangkan pahala di sisi Allah. Sungguh indah hadis Rasulullah  SAW alangkah beruntung seorang muslim apabila diberi nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya, namun apabila ditimpa musibah dia bersabar dan itu baik pula baginya mendatangkan paahala dan penghapus dosa di sisi Allah.   




Komentar

Postingan Populer