Meluruskan Niat Sekolah PPDS Obgyn Bunda

Kelelahan dalam menempuh pendidikan PPDS Obgyn di RSSA Malang kadangkala membuat bunda sering merasa putus asa dan ingin berhenti untuk melanjutkan, namun itu bukanlah pilihan terbaik menurut pandangan abi saat ini, karena kita sudah terlalu jauh melangkah, sudah lumayan banyak waktu yang terbuang, sudah tak terasa berapa tenaga yang di porsir, sudah tak terhitung berapa duit yang dikeluarkan, sudah mengorbankan kebersamaan keluarga bersama abi dan anak anak. tentu semua itu harus terbayar dengan keberhasilan bunda lulus sebagai Dokter Spesialis Obgyn. Amin. tapi dibalik semua kesulitan dan kepayahan tersebut harus ada sebuah motivasi agar bunda terus melanjutkan pendidikan ini sampai dengan selesai. seringkali abi dengar motivasi motivasi dari senior bunda ataupun dari benak kita bersama sendiri beberapa motivasi tersebut diantaranya : akan menjadi orang kaya raya berlimpah harta, akan menjadi orang dihormati dan disegani di rumah sakit maupun di masyarakat atau istilahnya meningkatkan status dan harga diri, tidak lagi merasakan jadwal dokter umum yang kadang di rasa tidak adil dan memberatkan, atau motivasi lainnya yang bersifat keduniawiaan. 
Namun abi mulai termenung dan berpikir, sepertinya bunda dan kita sekeluarga harus meluruskan niat kepada niat yang sesungguhnya, niat yang lebih manusiawi dan berorientasi kebahagiaan sebenarnya yakni dunia dan akhirat. Sebagai seorang dokter apalagi berprofesi sebagai spesialis obgyn khususnya tentu sebuah profesi yang mulia di mata Allah SWT dan manusia, karena peran bunda sangatlah bermanfaat untuk membantu kaum wanita khususnya ibu hamil dan melahirkan untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi. tentu semua manusia sepakat bahwa profesi bunda adalah sangat membawa manfaat bagi masyarakat. di sini letak titik tekannya, bahwa yang seharusnya menjadi di motivasi utama bunda kuliah di PPDS Obgyn bukanlah beberapa faktor  di atas tadi, tapi niat utamanya adalah sebagai pengejawantahan "Ibadah kepada Allah SWT" melalui menolong sesama manusia, Jadikan rumah sakit di mana bunda bekerja laksana mesjid rumahnya Allah SWT, jadikan pakaian Jas Putih atau Pakaian Operasi sebagai mukena bunda, jadikan meja operasi sebagai hamparan sajadah bagi bunda, jadikan pulpen untuk menulis resep maupun alat-alat operasi sebagai tasbih bagi bunda, jadikan aktifitas pemeriksaan maupun operasi sebagai sholat bagi bunda dan tentunya sapaan ramah kepada pasien sebagai ucapan salam bagi bunda.
setiap memulai tindakan medis mulailah dengan kalimat Tauhid "Bismillah" agar bunda jangan sombong bahwa segala daya dan upaya bunda tidak akan ada hasilnya tanpa pertolongan Allah SWT, sehingga bunda akan fokus pada proses bukan pada hasil, bersungguh sungguh dan berhati hati dalam melaksanakan tugas, sedangkan hasilnya serahkan pada Allah SWT, bila suatu saat nanti dan abi yakin pasti terjadi (karena jumlah ratusan dan mungkin ribuan pasien yang bunda akan tangani nantinya) terjadi ketidakberhasilan dimana ibu dan bahkan calon bayi meninggal dunia maka jangan prustasi karena itu sudah ketetapan Allah SWT, dan bunda harus tetap lanjut dan menatap kedepan. bila setiap tindakan medis bunda berhasil sehingga ibu dan bayi selamat maka jangan pernah lupa untuk mengucapkan Alhamdulillah sebagai rasa syukur atas keterlibatan yang niscaya dari Allah SWT.
Yakinlah bunda, bila niat kita sudah lurus sedimikian rupa maka pekerjaan seberat apapun akan terasa menjadi lebih ringan dan ternikmati, hidup akan lebih enjoy tanpa tekanan mental, hidup lebih tawadu dan pasrah, semangat bekerja akan tetap terjaga dan yakin saja sudah barang tentu tujuan tujuan dunia tadi (kaya, harga diri dan kedudukan, posisi) pasti akan mengikuti dengan sendirinya.
semoga tulisan ini menjadi motivasi berharga dan renungan seterusnya bagi bunda agar bunda bisa bahagia dunia dan akhirat dan cita cita kita Kautsar Family : "Bersama Meraih Surga" dapat terwujud amin.
Dari yang Sangat Mencintaimu Abi Piara.

Komentar

Postingan Populer