Ku Cari Jalan Terbaik
Bukanlah seperti judul lagu Ku Cari Jalan Terbaik yang menurut saya liriknya mengisahkan tentang kondisi yang bertentangan yakni sedang dalam kondisi tidak mengenakan kemudian mencari jalan terbaik. tapi tulisan ini lebih berorientasi bahwa dalam setiap hal tindakan/sikap/prilaku/perbuatan dalam situasi dan kondisi tertentu, kapanpun dan dimanapun selalu mengupayakan untuk memilih jalan terbaik dari jalan jalan yang baik. maksudnya adalah keputusan atau kebijakan yang kita ambil dalam setiap peristiwa di kehidupan ini betul betul direncanakan dan dipikirkan untuk memilih jalan paling terbaik bagi kita/orang lain untuk mencapai hasil yang lebih maksimal daripada hasil yang biasa biasa saja.
Dalam hidup ini saya selalu punya prinsip menjadi pribadi yang maksimal dalam setiap posisi yang saya pilih, atau sederhananya penganut paham totalitas, ya totalitas. bagi saya setiap jenis peran yang saya lakoni haruslah total dan dalam kondisi yang maksimum. atau bisa juga dalam setiap tindakan yang saya lakukan sehari hari adalah tindakan yang menurut saya pilihan tindakan terbaik untuk hasil terbaik.
Banyak contoh dalam hal ini :
- ketika saya memilih hidup ini untuk menjadi manusia pembelajar dan suatu saat semoga menjadi tenaga pengajar maka saya harus totalitas melanjutkan pendidikan ke jenjang yang paling tertinggi yakni S 3 dan kalau perlu Profesor. tidak cukup hanya sampai S 1 atau S 2 saja.
- ketika saya memutuskan untuk terjun didunia bisnis saya juga harus berpikir bisnis apa yang sekiranya bisa menghasilkan profit yang besar yang jarang dilakoni orang kebanyakan dan resiko yang paling kecil dan saya memilih bisnis properti dan event organizer, kenapa demikian karena kalau saya memilih bisnis yang lain barangkali capek yang didapat sama dan waktu sama sama habis namun hasilnya berbeda, namun semua kembali kepada Allah sang Maha Pengatur Rezeki. Bisnis properti dan EO adalah jenis bisnis yang berprofit sangat besar, tidak banyak orang yang melakoni dan sebenarnya sangat minim terhadap resiko.
- ketika saya memutuskan berumah tangga maka saya akan membuat keluarga ini dalam kondisi yang ideal (Sakinah, Mawahdah Warohmah, Amin) saya tidak ingin membawa bahtera rumah tangga ini seadanya saja atau seperti alir mengalir saja, saya harus berusaha semaksimal mungkin dengan segala keterbatasan sebagai manusia, kondisi keluarga ini terus saya upayakan untuk mencapai kondisi yang paling ideal, misal istri yang berfrofesi sebagai dokter umum telah saya dorong dan upayakan sehingga bisa sekolah menjadi PPDS tidak sampai disitu saya pilihkan spesialis yang totalitas yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini terutama kaum wanita yakni Spesialis Obgyn yang sangat langka dari kalangan perempuan.
- ketika Allah menganugrahkan anak anak sebagai rezeki, maka insyaAllah sebagai ayah yang baik saya juga akan berupaya semaksimal mungkin menjadikan mereka orang orang terbaik dijamannya, dan memberikan pelayanan terbaik kepada mereka, memilihkan sekolah adalah sekolah terbaik, memberikan kenyamanan yang terbaik,
pada akhirnya saya hanya berpesan kita harus menjadi pribadi yang bukan bagaimana nanti saja tetapi nanti harus bagaimana.
Komentar
Posting Komentar