Abi Pemarah
Akhir akhir ini sifat pemarah abi kambuh lagi, betapa sering abi marah pada istri dan anak anak sebagai tempat pelampiasan. sungguh ini tidak baik, karena istri dan anak anak adalah tempat berkasih sayang, tempat mendapatkan kedamaian bukan tempat yang penuh dengan kegusaran dan kemarahan. Abi menyadari semua ini adalah kesalahan abi yang terlalu mudah tersulut amarah walau hal hal sepele, misal pertengkaran ahza dan faiq yang sebenarnya hanya berlangsung sebentar justru abi perparah dengan melapiaskan kemarahan pada salah satu atau bahkan keduanya, maka tidak jarang kalau dekat abi anak anak justru malah sering menangis.
kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus menerus terjadi, harus ada solusi paten menanganinya, dan tentu solusinya adalah dari diri abi sendiri yakni MENGENDALIKAN SIFAT PEMARAH.
Abi harus belajar dari orang tua orang tua yang sabar, belajar dari Ustad dan psikologi, membaca buku artikel mengendalikan amarah dan langkah terbaik sepertinya "Berpuasa"karena puasa insyaAllah mengendalikan nafsu dan amarah.
InsyaAllah saat pulang ke Pangkalan Bun abi mau coba banyak berpuasa, semoga Allah mudahkan Amin
Langkah terbaik adalah meminta maaf pada bunda dan anak anak yang sering menjadi obyek pelampiasan kemarahan abi
kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus menerus terjadi, harus ada solusi paten menanganinya, dan tentu solusinya adalah dari diri abi sendiri yakni MENGENDALIKAN SIFAT PEMARAH.
Abi harus belajar dari orang tua orang tua yang sabar, belajar dari Ustad dan psikologi, membaca buku artikel mengendalikan amarah dan langkah terbaik sepertinya "Berpuasa"karena puasa insyaAllah mengendalikan nafsu dan amarah.
InsyaAllah saat pulang ke Pangkalan Bun abi mau coba banyak berpuasa, semoga Allah mudahkan Amin
Langkah terbaik adalah meminta maaf pada bunda dan anak anak yang sering menjadi obyek pelampiasan kemarahan abi
.jpg)
Komentar
Posting Komentar